Adab-adab di Rumah

Tausyah Ustad Muhammad bin Kyai Nasihin (Kota Batu) di Majelis Ar-Ridwan Kota Batu, Selasa, 9 September 2014

0
4708

MajelisArRidwan.org (Kota Batu) – Adab-adab di Rumah. Selalu ada yang baru di Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan Kota Batu begitu disampaikan Ustad Yuswono diakhir majelis. Pada Majelis Ar-Ridwan Selasa, 9 September 2014 lalu ada yang baru saat majelis, yakni pemutaran video tentang sunah-sunah Rasulullah SAW oleh Al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf yang diproduksi oleh fattabiouni.

Setelah pembacaan maulid dilanjut dengan sambutan dan pemutaran video tentang adab-adab di rumah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Video ini isinya berbahasa Arab oleh Al-Habib Muhammad bin Abdurrahman Assegaf kemudian diterjemahkan dan dibahas oleh Ustad Muhammad bin Kyai Nasihin (Ustad Muhammad Nasihin dari Kota Batu), khodimul Majelis Ar-Ridwan Kota Batu.

Berikut ringkasan ceramah ta’lim tentang adab-adab di rumah:

Di awal penjelasan Ustad Muhammad Nasihin menyampaikan, apapun perbuatan baik, amalan ibadah, tapi kita tidak tau niatnya maka niatkanlah untuk itiba’ (mencontoh) Rasulullah SAW.

Adab-adab di Rumah

Al-Jarr Qoblad Darr (Memilih lingkungan yang baik, tetangga yang baik, kemudian baru memilih rumah). Maka sangatlah beruntung bila kita memiliki tetangga seorang sholihin.

Adab Masuk Rumah.

  1. Masuk rumah dengan membaca ayat kursi. Salah satu keutamaan membaca ayat kursi saat memasuki rumah adalah menambah keberkahan rumah tersebut dan memperlancar rezeki bagi penghuni rumah. Jangan lupakan sunah membaca ayat kursi di 3 waktu ini, yaitu sebelum tidur, setelah sholat fardhu 5 waktu, dan sebelum/ketika memasuki rumah.
  2. Mengucapkan salam. Masuk rumah dengan mengucapkan salam terlebih dahulu untuk penghuni rumah tersebut. Disunahkan juga untuk memberi/mengucapkan salam meskipun di rumah tersebut tidak ada penghuninya, karena bisa jadi yang tinggal di rumah tidak hanya manusia saja.
  3. Bersiwak. Yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW ketika memasuki rumah adalah memakai siwak. Bersiwak dapat membuat Rasulullah SAW ridho.
  4. Meminta izin. Adab masuk rumah berikutnya yaitu meminta izin terlebih dahulu alias tidak nyelonong begitu saja. Karena bisa jadi di dalam rumah tersebut ada hal-hal yang tidak baik untuk diketahui oleh orang lain, semisal aurat terbuka, dll. Meskipun sesama mahrom, tetap ada aurat, dan harom melihat aurat antara pusar hingga lutut.

Memakmurkan Rumah

  1. Dalam mengurus rumah, hendaknya kita punya andil bagian dalam rumah tangga. Semisal membuang sampah, membenahi/memasang lampu, membersihkan rumah. Rasulullah SAW sendiri mengerjakan sendiri apa-apa pekerjaan rumahnya.
  2. Memakmurkan rumah dengan dzikir kepada Allah SWT, jangan sampai rumah kita jadi sarang setan. Perbandingan rumah yang dibacakan dzikir dan digunakan untuk sholat dengan yang tidak, adalah ibarat orang yang hidup dan orang yang mati. Sholat wajib afdhol dikerjakan di masjid, sedangkan sholat sunahnya sebaiknya di rumah agar rumah mendapat bagian sholat. Maka dahulu yang paling banyak diburu oleh para Sahabat Rasulullah SAW adalah Rasulullah SAW diminta untuk sholat di rumahnya.
  3. Ajaran Rasulullah SAW untuk menjaga rumah kita, diantara:
    – jika petang, anak-anak disuruh pulang ke rumah. Karena, petang malam ialah waktu dimana setan-setan keluar/banyak berkeliaran.
    – mematikan lampu, mematikan lilin di rumah jika hendak tidur/waktu malam hari
    – menutupi panci, baskom, ataupun tempat yang terbuka. Sekalipun hanya menutup dengan sebatang kayu/tongkat, disertai membaca bismillah untuk menutup wadah.
    – menutup pintu rumah, karena setan pun tidak dapat memasuki rumah yang pintunya tertutup.

Adab Keluar Rumah

  1. Keluar rumah dengan melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu, sedangkan untuk masuk rumah dengan menggunakan kaki kanan terlebih dahulu.
  2. Membaca doa ketika keluar rumah. Bismillah, amantu billah, tawakaltu alalloh, laa haula wa laa quwwata illa billah (doa keluar rumah). Dengan demikian Allah SWT senantiasa menjaga diri kita ketika keluar rumah dari gangguan/godaan setan.
  3. Keluar rumah niatkan untuk ibadah. Bila keluar rumah untuk bekerja niatkan untuk ibadah mencari nafkah keluarga, untuk menjaga diri dari meminta-minta. Karena jika kita berangkat bekerja diniati ibadah kemudian jika selam bekerja tiba-tiba kita meninggal dunia, insya Allah itu termasuk syahid.
  4. Ketika keluar rumah untuk ke masjid. Orang-orang di Tarim, Yaman, ketika mengajak anak-anaknya pergi berangkat ke masjid, senantiasa di talqin niat terlebih dahulu. Anak-anaknya diajarkan niat yang baik, “jika ke masjid nanti dijalan ada batu, diapakan nak?” dan lain-lain contoh yang dibiasakan. Sehingga sejak kecil anak terbiasa didikan yang baik dari niat yang baik.

Di Tarim, Yaman, setiap harinya sebelum subuh, mulai jam 3 pagi ada majelis Qur’an di masjid. Ayahanda Habib Umar, yakni Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz selalu mengajak putranya yakni Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz untuk hadir majelis Qur’an tersebut sejak Habib Umar kecil. Pernah Ayahanda Habib Umar ditanya apakah tidak kasihan mengajak Habib Umar yang masih kecil untuk mengikuti majelis ini pagi-pagi dingin. Maka Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz mengatakan tidak apa-apa, ini agar melatih membiasakan sejak kecil dekat dengan Al-Qur’an, jika nanti engkau (yang bertanya) memiliki umur panjang, insya Allah engkau kelak akan mengetahui anak ini (Al-Habib Umar bin Salim bin Hafidz) akan berbicara kemana-mana. (admin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*