Fadhilah Amal dan Diamalkan

Tausyah Ustad Muhammad Nasihin di Majelis Ar-Ridwan Wilayah Kota Batu, Selasa, 23 September 2014

0
1288
Tausyah Ustad Muhammad Nasihin Majelis Ar-Ridwan

Tausyah Ustad Muhammad Nasihin Majelis Ar-Ridwan

MajelisArRidwan.org – Fadhilah Amal dan Diamalkan. Berikut ini rangkuman tausyah Ustad Muhammad Nasihin di Majelis Ar-Ridwan Wilayah Kota Batu, Selasa, 23 September 2014.

Mengawali dengan menceritakan suatu kisah tentang fadhilah amal-amal yang diamalkan, tidak hanya sekedar menuntut ilmu namun namun tidak diamalkan. Sehingga memotivasi kita semua agar mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan di majelis-majelis, untuk diamalkan semoga bisa istiqomah.

Sebelumnya telah diterangkan tentang Allah menciptakan kehidupan, kematian, taat dan maksiat, namun kita sebagai ahlussunah wal jamaah jangan menisbatkan keburukan/kemaksiatan kepada Allah SWT.

F) Allah menciptakan kesehatan dan sakit
Kesehatan adalah salah satu nikmat Allah yang terendah, yang tertinggi adalah nikmat hidayah memeluk agama Islam, menjadi umatnya Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Nikmat urutannya:
1) Nikmat Iman dan Islam (tertinggi)
2) Nikmat menjadi umat Nabi Muhammad SAW
3) Nikmat selamat di yaumil mizan
Sedangkan nikmat sehat adalah urutan terendah.

4 kelompok yang tidak mengerti nikmat yang diberikan Allah SWT, kecuali dia berubah, yakni:
1) Orang sakit: akan mensyukuri nikmat sehat
2) Orang mati: akan mensyukuri nikmat hidup
3) Orang sibuk: akan mensyukuri nikmat luangnya waktu
4) Orang melarat/miskin: akan mensyukuri nikmat kaya

Kebanyakan orang melalaikan nikmat sehat dan luangnya waktu. Jika ada waktu luang hendaknya digunakan untuk hadir majelis, dan segerakan untuk berangkat.

Di Al-Qur’an ada beberapa sebutan dalam melakukan suatu kebaikan.
1) Obyek Sholat: disebutkan dalam Al-Qur’an dengan berjalanlah lebih/sa’i/lari-lari kecil
2) Obyek jual-beli: disebutkan dalam Al-Qur’an dengan jalanlah/santai/jangan ngoyo (jangan menggebu-gebu)
3) Obyek Surga: disebutkan dalam Al-Qur’an dengan bergegaslah/segeralah (sari’u)
4) Obyek Allah (ma’rifatillah): disebutkan dalam Al-Qur’an dengan berlarilah

Di atas perkara sebab-akibat, masih ada Qodlo dan Qodar Allah.
Allah menciptakan makhluknya dengan masing-masing sifatnya sendiri, dan Allah juga menciptakan sarana bertemunya makhluk-Nya antara lain harian (sholat 5 waktu berjamaah), mingguan (sholat jum’at), tahunan (sholat id, ibadah haji) untuk mempertemukan makhluk-Nya agar saling menghormati dan menghargai.

Inti dari ilmu:
Apapun yang ada di dunia ini, apa yang kita pelajari itu, intinya bermuara bahwa membuktikan adanya Allah yang menciptakannya.

Allah menentukan rizki pada tiap-tiap makhluk. Setiap makhluk-Nya sudah ditentukan antara lain tentang rizkinya, tentang ajalnya, tentang bahagia atau tidaknya.
Kita berkumpul di dunia ini adalah cerminan dahulu kita di alam arwah sudah pernah berkumpul. Di Al-Qur’an pun Allah juga menjelaskan perkara-perkara di alam arwah (sebelum di dunia). Dengan berkah hadir majelis, semoga kita diberi nikmat khusnul khotimah, aamiin. (admin)