KEUTAMAAN ORANG ORANG BERIMAN

0
3771

Assalamualaikum Wr Wb.

KEUTAMAAN ORANG ORANG BERIMAN
Sumber : Risalatul Muawanah
Imam Abdullah Bin Alwi Al-Haddad

Sebuah tindakan,baik dan buruk,akan mendapat ganjaran setimpal. Kebaikan akan di balas dengan kebaikan,dan keburukan akan di balas dengan hukuman yang setimpal. Allah membalas kebaikan seseorang karena Rahmad -Nya dan menjatuhkan hukuman dengan keAdilan-Nya.

Adanya penghargaan dan hukuman ini untuk menjadi perhatian kepada semua orang dalam meniti kehidupan di alam dunia ini.Kebaikan yang lahir dari tindakan terpuji akan menjadi motifasi untuk terus mengerjakan kebaikan.
Hukuman di tujukan agar manusia tidak terjerumus dan jatuh dalam perbuatan nista. Perbuatan nista melahirkan kesedihan dan malapetaka yang membuat sesal di kemudian hari. Itulah sebabnya ada pahala dan siksa sebagai sarana peringatan dalam menjalani peranan sebagai hamba Allah di muka bumi ini.

Untuk menjadi orang yang beriman dengan sebenar benarnya iman, Allah telah meyebutkan sifat sifat nya dalam Al-‘Qur`an seperti :

إنما المؤمنون الذين اذا ذكر الله وجلت قلوبهم ؛ وإذا تليت عليهم ءايته ، زادتهم إيمنا ، وعلى ربهم يتوكلون ألذين يقيمون الصلوة ومما رزقنهم ينفقون أولئك هم المؤمنون حقا، لهم درجت عند ربهم ومغفرة ورزق كريم

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bila disebut Nama Allah Swt gemetarlah hati mereka, dan apabila di bacakan Ayat-Ayat Nya,bertambahlah iman mereka(karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. mereka adalah orang-orang yang mendirikan sholat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. itulah orang orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya ampunan serta rezki atau kenikmatan yang mulia.
( surat : Al-Anfal: 2-4 )

Ayat tersebut memberi pelajaran bahwa keimanan tidak cukup hanya di lisan semata .
keimanan tidak cukup hanya pada tataran pengakuan di bibir saja.
Iman yang ada dalam dada setiap orang yang beriman harus mendapat pengakuan Allah.
untuk mendapatkan pengakuan ini,diantaranya harus memiliki beberapa sifat yang menjadi lambang seorang mukmin sejati.

Menurut ayat di atas ,ciri orang yang beriman ialah :

– Hatinya bergetar jika disebut Nama Allah swt.
Disebutkan Nama Allah menjadi gambaran besar betapa Allah Maha Agung yang dengan kekuasaan-Nya berhak menempatkan seorang hamba di taman kebahagiaan atau lembah kenistaan.

ciri berikutnya,ketika dibacakan ayat Allah ,Maka iman nya akan bertambah.
Iman dapat mengalami kenaikan dan penurunan.
karena itu kita dituntut untuk memperkokoh kekuatan dan kesempurnaan iman kita.

Kenaikan iman dapat terjadi dengan mendengar kan ayat-ayat Allah, membersihkan hati di setiap saat,banyak sholat,berbuat taat,meninggalkan nafsu angkara murka. sebaliknya, penurunan kualitas iman dapat terjadi manakala dosa dan nafsu telah bersanding,yang pada ujungnya menjadi sebab kerasnya hati.
Keras nya hati itu sendiri menjadi sebab kekebalannya dari nasihat dan petunjuk kepada kebaikan.
yang lebih menyedihkan,bahwa hati yang kaku,membeku,dan keras akan menjauhkan dari Rahmad Allah swt.

Ciri Iman selanjutnya menurut ayat Allah ialah sikap bertawakkal hanya kepada Allah saja.
seorang mukmin sejati tidak akan risau secara terus menerus , sebab ia yakin bahwa dirinya punya Allah yang Maha segala – galanya.

Adappun ciri orang yang beriman dari segi Amalnya ialah menegakkan sholat. potongan ayat ini dapat menjadi teguran tegas kepada kelompok kebatinan yang lebih menomersatukan aspek batin dari amal lahir seperti sholat.
Bahwa tidak cukup hanya berusaha membersihkan batin atau hati tanpa berupaya mengerjakan sholat.

Masih menurut ayat yang sama,
ciri orang yang beriman adalah menginfakkan sebagian rezeki yang di berikan kepadanya.
Tangan nya ringan dalam berbagi kebahagiaan harta yang ia miliki, sebab ia sadar bahwa harta yang ada di tangan nya hanyalah titipan Allah, sehingga ia berusaha untuk menjadi orang gemar berinfak di saat sempit maupun lapang.

Tatkala ciri dan sifat mukmin sejati telah turun pada pola pikir dan perilaku dalam kehidupan sehari- hari, maka Allah memberikan janji yang tidak pernah meleset.

Derajat yang tinggi , ampunan, dam rezeki yang mulia di sisi Allah.
Demikian ayat ini bertutur sebagai bahan introspeksi diri :
Apakah ciri-ciri ini terdapat pada diri kita ?
kita sendiri yang paling tau jawabannya.

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman :

– وعد الله الذين آمنوا منكم وعملوا الصالحت ليستخلفنهم فى الأرض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكنن لهم دينهم الذي ارتضى لهم وليبدلنهم من بعد خوفهم أمنا ، يعبدونني لا يشركون بي شيئا، ومن كفر بعد ذالك فأولئك هم الفسقون

” Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal amal yang sholeh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi , sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa , & sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di Ridhai-Nya untuk mereka, Dia benar benar akan menukar ( keadaan ) mereka , sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun denga Aku. Dan Barang siapa yang ( tetap ) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
(surat an-Nur: (24) :55)

Ayat tersebut berisi janji Kepada orang orang yang beriman untuk memposisikan mereka sebagai golongan yang unggul dari yang lain. perilaku beriman tidak boleh sekedar pengakuan di bibir semata, tapi terwujud dalam amal kebajikan dalam kesehariannya.

Persoalannya mereka yang mengaku sebagai orang beriman tidak atau sedikit sekali melakukan kebajikan., kekuatan orang beriman ada dalam iman dan amal sholeh.
Terbukiti bahwa fir`aun dan Namrud , untuk menyebut beberapa contoh, tumbang bukan karena persenjataan Nabi musa dan Nabi Ibrahim , tetapi oleh kekuatan iman kedua Nabi mulia tersebut.

Jika iman telah merosot tajam, maka kemunduran umat hanya tinggal menunggu wakti .
ada orang yang mengaku sebagai mukmin tetapi perbuatannya tidak lebih buruk dari perbuatan orang- orang kafir. minum – minuman keras, pergi ke diskotik, menonton film- film saru dan satir. bisa di tebak fenomena ini menjadi gambaran kemunduran umat.

Orang beriman pasti akan di bela dan mendapat pertolongan dalam mempertahankan iman , tentu ada saja pihak- pihak yang tidak suka . Sejarah telah berulang, betapa bencinya orang orang kafir dan munafik kepada kaum muslimin sehingga umat islam terus di perangi, sementara kaum muslimin amanu ( beriman ) dan amilus shalihat ( beramal shaleh ) , mereka akan mampu mengalahkan orang orang kafir yang kuat dan banyak jumlahnya serta memiliki fasilitas yang lebih canggih.

Dengan janji – janji yang menggiurkan tersebut tentu seleksi orang orang yang di kategorikan sebagai memiliki keimanan sangat ketat. jika tidak, tentulah setiap orang akan mengaku – ngaku diri sebagai orang beriman. untuk menghindari ini dan untuk mengukur seberapa kadar keimanan manusia, di lakukan lah proses tes yang berupa tes keimanan sebagaimana di lakukan terhadap generasi – generasi dahulu.

Allah berfirman:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan , kami beriman sedang mereka belum di uji ? Sesungguhnya kami telah memguji orang- orang yang sebelum mereka. maka sesungguhnya Allah mengetahui orang orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang dusta.”
( surat :Al- Ankabuut:(29):2-3)

والله اعلم باالصواب

Semoga Bermanfaat
Wassalamualaikum Wr. Wb.