Nasehat Pagi.

0
644

KISAH SEMUT.
Nabi Sulaiman Alaihas Salam pernah bertanya pada seekor semut.
“Wahai semut, Berapa banyakah makanan yang kamu perlukan untuk hidup setahun???”.

Maka semut menjawab
“Wahai Nabi ALLAH Sulaiman,
Aku hanya perlukan makanan sebesar sebutir gula untuk hidup selama setahun”.

Lalu Nabi Sulaiman Alaihas Salam mengurung semut tersebut didalam
sebuah botol dan diletakin sebutir gula untuk makanan semut tersebut.

Selepas setahun, Nabi Sulaiman Alaihas Salam membuka tudung botol itu
dan mendapati hanya separuh saja gula yang dimakan semut itu.

Lalu Nabi Sulaiman Alaihas Salam bertanya pada semut
“Wahai semut,  Mengapa hanya separuh saja gula yang engkau makan dalam setahun???”.

Lalu semut menjawab
“Wahai Nabi ALLAH Sulaiman,
Jika diluar botol ini, aku yakin ALLAH Ta’ala akan  memberikan rezeki yang cukup kepada ku untuk hidup,  namun setelah engkau mengurung ku didalm botol ini,
aku TIDAK yakin pada manusia yang akan memberi ku rezeki yang cukup,  aku takut engkau terlupa untuk membuka tudung botol itu setelah setahun,  oleh karena itu aku harus berpikir cermat untuk hidup setahun didalam botol ini dengan gula sebutir”.

Begitulah kisah seekor semut yang cukup yakin  dengan Rezeki ALLAH Ta’ala kepadanya.
Bagaimana mungkin manusia seperti semut.
Kita yang diberikan nikmat Islam dan iman oleh ALLAH Ta’ala tidak yakin
dengan rezeki ALLAH Ta’ala ???
Maka kita lebih buruk dari seekor semut.

Yakinlah Bahwa Rezeki itu milik ALLAH Ta’ala,
Bukan milik Raja,
Bukan Kerjaan,
Bukan milik syarikat,
Bukan milik Boss,
Mereka semua perantara ALLAH Ta’ala,
Akan tetapi MUTLAK MILIK ALLAH Ta’ala .

Allah Ta’ala telah menjamin rezeki bagi seluruh makhluk-Nya,  termasuk manusia. Dalam al-Quran Allah berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi  melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya,  dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu  dan tempat penyimpanannya.  Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).”
(QS. Hud 6)

Dalam hadits, Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ رُوحَ القُدُسِ نَفَثَ فيِ رَوْعِي أَنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا
وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فيِ الطَّلَبِ
وَلاَ يَحْمِلَنَّ أَحَدَكُمْ اِسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ يَطْلُبَهُ بِمَعْصِيَةِ اللهِ فَإِنَّ اللهَ تَعَالىَ لاَ يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلاَّ بِطَاعَتِه

ِ“Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) telah meniupkan wahyu ke dalam hatiku, bahwa suatu jiwa tidak akan mati sehingga dia menyempurnakan ajalnya
dan mengambil seluruh rezekinya.
Maka bertakwalah kepada Allah, dan carilah rezeki dengan baik.
Dan jangan sampai anggapanmu akan lambatnya rezeki mendorongmu
untuk mencarinya dengan maksiat kepada Allah.  Karena sesungguhnya apa yang di sisi Allah tidak akan bisa diraih
kecuali dengan menaati-Nya.”
(Riwayat Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, Lihat Shahihul Jami’ no. 2085)

Semoga Bermanfaat
Silahkan Share