Zakat (Bagian 1)

0
1239

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil Alamin. Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa Ala Alihi Sayyidina Muhammad.

Jika engkau memiliki harta yang terkena wajib zakat, maka hendaknya engkau mengeluarkan zakatnya dengan hati yang senang dan ikhlas karena Allah SWT. Hendaknya engkau segera memisahkannya dan membagikannya apabila waktunya tiba tanpa diakhirkan. Jika engkau melakukan hal ini, maka keberkahan akan tercurah deras kepadamu, segala kebaikanmu akan berlipat ganda, dan hartamu dalam perlindungan yang kuat dari berbagai macam bencana.

Hendaknya engkau memisahkan harta zakat dengan hakmu, lalu segera membagikannya. Hindarilah apa yang dilakukan oleh sebagian orang, yaitu tidak memisahkan harta zakat dari hartanya, tetapi setiap kali ia menemukan orang yang berhak ia memberinya bagian tertentu lalu ia menghitungnya hingga menghabiskan jumlah yang diwajibkan.

Janganlah engkau makan dan hasil buahmu dan tanamanmu yang telah mencapai nisab sewaktu panen setelah nampak tanda kematangannya hingga engkau mengetahui jumlah wajibnya kala ia benar-benar matang. Apabila engkau ingin makan dari beberapa pohon tertentu, maka engkau tidak wajib mengetahui kecuali kadar yang wajib saja.

Ketahuilah, barangsiapa yang berusaha untuk menggugurkan kewajiban zakat dengan cara menghadiahkan atau memberikannya pada orang yang tidak berhak, sedangkan ia tahu akan hal ini atau ia membagikannya semaunya saja. Ia hanya memberikannya kepada orang-orang yang memberinya keuntungan duniawi, maka ia tidak keluar dari dunia melainkan Allah SWT akan menyiksanya dengan hartanya.

Sebagaimana firman Allah SWT:

ولعذاب الآخرة أكبر لو كانوا يعلمون (33
Artinya: ‘Dan sesungguhnya adzab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.” (Qs. al-qalam ayat:33).

Jika demikian keadaan orang yang mengeluarkannya tidak sesuai dengan prosedur syariat, lalu bagaimana keadaan yang tidak mengeluarkannya sama sekali. Dalam ayat-Nya yang lain, Allah SWT berfirman:

أولئك الذين اشتروا الضلالة بالهدى فما ربحت تجارتهم وما كانوا مهتدين (16
Artinya: “Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.”(Qs. al-Baqarah ayat: 16).

Telah terbukti bahwa orang tidak mengeluarkan zakat sama buruknya dengan orang yang meninggalkan shalat. Dalam hal ini. Khalifah Abubakar ash-Shiddiq ra telah memerangi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat dan beliau ra menyebut mereka sebagian orang-orang yang murtad.

Hendaknya engkau mengeluarkan zakat fitrah atas dirimu dan orang-orang yang dalam tanggungan nafkahmu. Hendaknya engkau memperbanyak sedekah, terutama bagi kerabat yang membutuhkan, dan juga kepada orang-orang baik yang hidupnya pas-pasan. Karena sedekah akan menjadi bersih dan semakin menambah pahala apabila diletakkan ditempat yang semacam itu.

Hendaknya engkau menyedekahkan barang yang engkau sayangi dan barang yang berharga bagimu agar engkau mendapatkan kebaikan yang sempurna. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

Artinya: “Janganlah engkau sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan yang sempurna, sebelum dirimu menafkahkan sebagian harta yang engkau cintai.” (Qs. Ali Imran ayat: 92).

Dan hendaknya engkau berkurban untuk orang lain meskipun engkau membutuhkan, hal ini tujuannya agar engkau menjadi orang yang beruntung. Hendaknya engkau merahasiakan pemberian sedekah, karena pemberian sedekah secara rahasia akan memadamkan kemarahan Allah SWT.

Serta melipat gandakannya melebihi sedekah yang terang-terangan sebanyak tujuh puluh kali lipat, serta engkau selamat dari timbulnya rasa riya’ yang dapat merusak amal perbuatan. Janganlah engkau meninggalkan bersedekah setiap hari, meskipun itu jumlahnya sedikit. Dan keluarkanlah sejak pagi hari, karena bencana tidak dapat menerjang sedekah.

Janganlah engkau menolak seorang peminta yang berdiri di depan pintumu, meskipun engkau hanya memberinya sebutir kurma atau yang kurang dari itu. Karena orang itu sebenarnya adalah hadiah dari Allah SWT kepadamu. Jikalau memang engkau tidak memiliki sesuatu yang dapat engkau berikan kepadanya, maka tolaklah dengan baik serta dengan tutur kata yang lemah lembut dan janji yang baik.

Jika engkau memberikan sesuatu kepada seorang miskin, maka tampakkanlah kegembiraan dan senyummu. Rasakanlah dalam dirimu bahwa sebenarnya ia telah berjasa kepadamu, karena ia berkenan menerima darimu pemberian yang sedikit yang mana karenanya engkau mendapat pahala. Yang seandainya jika engkau keluarkan dunia seisinya dengan imbalan pahala pasti engkau akan beruntung.

Telah diriwayatkan, bahwa satu suap makanan, pahalanya disisi Allah SWT lebih besar dari Gunung Uhud. Oleh karena itu, jangan sampai tercegah mengeluarkan sedekah karena takut miskin. Karena sesungguhnya tidak bersedekah itulah yang dapat membawa kemiskinan. Adapun bersedekah dapat membawa kekayaan dan kelapangan harta, sehingga orang yang ditinggalkan oleh materi duniawi, andaikan ia mau bersedekah pasti materi duniawi yang menjauh itu akan menghampirinya dan akan berlipat ganda baginya.

Ketahuilah bahwa sedekah banyak manfaatnya di dunia dan akhirat. Diantara manfaatnya di dunia adalah dapat menambah rezeki dan memperpanjang umur, menghindarkan dari kematian yang buruk, membawa kesehatan bagi tubuh, dan keberkahan dalam harta.

Sedangkan manfaatnya di akhirat adalah ia memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Kelak di hari kiamat ia akan menjadi naungan bagi pelakunya, pelindungnya dari siksa dan masih banyak lagi manfaatnya. Dan tiada yang menyadarinya kecuali orang-orang yang pasrah.

Wallahua’lam
Semoga Bermanfaat,
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sumber : Nasihat Untukmu Wahai Saudaraku Karya al-Allamah al-Habib Abdullah bin Alwi AlHaddad